Relationship

Olah Raga Demi Sehat, Bukan yang Lain

Di masa kuliah dulu, saya sempat tergila-gila dengan olah raga. Jadual saya dalam seminggu setelah beres kuliah adalah pergi ke gym, berenang, dan aikido, saling bergantian. Ketiga aktifitas fisik ini berhasil membuat berat badan saya turun hingga ke angka 45, padahal biasanya timbangan selalu ada di kisaran 60. Aktifitas fisik berlebih ditambah dengan pola makan tidak sehat adalah kombinasi yang buruk. Saya sempat kelelahan dan sakit karena kedua hal yang saya lakukan bersamaan ini. 

Alasan klasik waktu pertama memulai olah raga besar-besaran itu adalah sederhana, karena kepingin kurus. Iya..kurus. Ketidaknyamanan dengan badan saya yang gemuk memacu saya untuk menurunkan angka di timbangan, padahal cara yang saya lakukan salah. Semua yang kita lakukan harusnya dimulai dengan niat awal yang baik, begitu juga dengan masalah penurunan berat badan. Niat sebaiknya dimulai bukan semata dengan alasan mau kurus, tapi untuk memiliki badan yang sehat, dan kurus adalah bonus.

Sampai sekarang, banyak perempuan yang terobsesi dengan badan yang kurus, melakukan hal-hal ekstrim demi memiliki tubuh idaman. Konsep yang salah ini kurang lebih dibentuk oleh terbombardirnya kehidupan kita dengan gambar-gambar perempuan dengan tubuh kurus baik dari tontonan maupun bacaan disekitar kita. Para pelaku bisnis tahu benar menggunakan daya tarik ini untuk menaikkan angka penjualan mereka. Tidak aneh kalau perempuan kebanyakan dengan tubuh rata-rata menjadi merasa kurang cantik karena membandingkan diri dengan gambaran perempuam dengan tubuh sempurna di televisi atau majalah.

Sejak sakit karena kelelahan itu, saya mencoba mengubah mindset tentang tubuh sendiri. Sekarang saya sudah memiliki 2 anak, mengalami perubahan tubuh selama kehamilan dan menyusui. Kenaikan berat badan sebanyak 17 kg pada kehamilan pertama, dan kenaikan 12 kg pada kehamilan kedua sudah pasti membekas di tubuh yang makin berbentuk. Tapi hal ini tidak lagi menjadi masalah berarti untuk saya. Dengan angka timbangan yang duduk manis dikisaran 60, saya tidak merasakan tekanan itu. Selain umur dan persepsi yang makin matang, saya lebih mementingkan memiliki tubuh sehat daripada sekedar kurus. 

Di umur  yang tidak lagi muda sekarang ini, bahagia di dalam jauh lebih penting daripada sekedar penampilan luar.  Pemilihan makanan dan pola hidup yang  baik menjadi gaya hidup saya demi kesehatan sendiri dan orang-orang yang saya sayangi.

Hal yang sama juga dilakukan oleh suami. Jam kerja yang panjang, tingkat stres yang tinggi, serta kurangnya asupan serat membuat suami akrab dengan kolesterol dan asam urat. Wake up call didapat suami ketika ia harus terbaring di tempat tidur karena lututnya bengkak karena asam urat. Ia berniat untuk menyisihkan waktu untuk bisa berolah raga dengan rutin. Beberapa kali ia mengutarakan niatnya dan saya mendukung rencana tersebut sepenuh hati. Suami saya suka sekali sepak bola, dan kebetulan ada teman-temannya yang juga baru mulai main futsal. Suami menyiapkan waktu 2 kali dalam seminggu untuk mulai bermain futsal. Ada beberapa kali ia bertanya pada saya untuk mencarikan tempat yang menjual sepatu futsal original dan akhirnya kami memutuskan pergi ke toko fisik untuk mendapatkan ukuran dan model yang tepat untuk atlet futsal pemula ini. Saya tetap mengingatkan juga untuk tidak terlalu memforsir tenaga karena masih dalam tahap penyesuaian, pemilihan makanan yang sehat juga sangat penting demi tercapainya tujuan awal, yaitu tubuh yang sehat, karena memiliki tubuh yang sehat adalah segalanya dan semua kekayaan tidak akan ada artinya jika kita sakit. 

Saya dan suami akan melakukan semua yang terbaik demi diri kami sendiri terlebih lagi untuk 2 jiwa yang bergantung pada kami. Biarlah teman-teman juga diberikan kesehatan dan juga kebahagiaan.

Advertisements

2 thoughts on “Olah Raga Demi Sehat, Bukan yang Lain

  1. Aku mirip banget sama suaminya mbak Susan..masalah kolesterol..tapi belum separah itu..cuma angka labku udah nggak bagus ..harus dijaga banget makanan…duh susahnya say goodbye ama seafood dan rendang… 😀

    Like

  2. Sehat itu paling penting ya San, baca ini jadi inget kalau dulu suka minder karena nggak “cantik” pendek berdada rata hahaha (gara-gara kebanyakan nonton iklan) tapi sekarang yang penting sehat dan kitanya jaga diri dah bersyukur

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s