Cerita Rumah · Parenting and Kids

Hadir; Sepenuh Hati, Sepenuh Pikir.

PicsArt_01-12-09.34.26

hadir/ha·dir/ v ada; (ada) datang:
Hadir di KBBI cuma diartikan ada atau datang. Tapi saya menelaah ke dalam diri saya sendiri tentang arti ‘hadir’ ini.

Saya beberapa kali melakukan kesalahan yang amat atau lumayan fatal di rumah. Entah itu hal sepele atau juga hal penting. Saya seringkali bertanya apakah saya sudah mengunci pintu rumah ketika mobil sudah hampir mendekati gerbang pos satpam. Ketika kembali, ternyata rumah sudah terkunci. Saya entah berapa kali sudah menggosongkan panci beserta isinya karena lupa sedang menyalakan kompor. Dan giliran panci ingat diangkat, saya lupa mematikan api.

Sampai saya pasang tanda pengingat di tembok belakang kompor untuk mematikan kompor (yep, foto diatas bener kompor di rumah). Rasanya ada 2 atau 3 kali rumah dipenuhi asap dari panci gosong yang sudah protes karena terlupakan oleh sang empunya. Suami berkali-kali mengingatkan betapa bahayanya tindakan saya itu, dan saya sadar sih sebetulnya soal ini. Tapi ya itu… Dan setelah saya runut kembali, menurut saya, saya kurang HADIR di momen tersebut. Saya hanya melakukan semua sekedar karena kewajiban atau rutinitas. Saya sampai di titik insaf, menyadari betapa saya akan membahayakan rumah kami, belum lagi diri saya sendiri dan anak-anak.

Jadi, sekarang saya berusaha dan masih memperbaiki diri. Saya berusaha hadir di momen yang saya lakukan. Jika saya menghangatkan lauk atau makanan, saya akan tunggui sampai selesai. Dulu, setelah menyalakan kompor, saya langsung melakukan kegiatan lain dengan harapan sambil menunggu bisa lewat, dan ternyata kelewatan. Kalaupun perlu ditinggal, saya akan nyalakan timer yang kebetulan ada di fitur kompor sehingga akan bunyi ketika waktunya habis. Jika saya mengunci pintu, saya akan resapi dan hadir bahwa saya sedang mengunci pintu, bukan cuma tangan yang mengunci pintu tapi mata dan pikiran tertuju ke mobil mengecek apakah tas Nolan sudah lengkap.

Puji Tuhan, asap sudah tidak pernah lagi memenuhi rumah beberapa lama belakangan ini dan saya harap sampai seterusnya. Dan ‘hadir’ juga coba saya terapkan di setiap hal yang saya lakukan. Hadir saat Abby bercerita tentang jajan chip chop di sekolah, bukannya ngomel karena ia salah membeli jajanan. Hadir saat menjaga Nolan menjelajah rumah, dan bukan nyambi baca postingan teman-teman FB. Hadir saat menyambut suami pulang, memberikannya peluk dan cium hangat, bukannya senyum sungging karena terpaksa bangun.

Hadir fisik memang kadang lebih dihargai, tapi sejak insiden kompor dirumah itu, membuat saya lebih menuntut hadir hati dan pikiran, disetiap apa yang dilakukan. Semoga berbuah baik.

 

Home, 12th Jan 2016

San.
Advertisements

10 thoughts on “Hadir; Sepenuh Hati, Sepenuh Pikir.

  1. Pernah saya kira ada yg bakar sampah ngk tau nya kentang rebus saya hangus ngerii deh kl sampe kena2 😦

    Like

    1. Heiiyyh…perasaan waktu sadar kalo ternyata itu adalah kompornya kita yang nggak ada duanya ya. Kaget tapi masih bersyukur kita cepet sadar…

      Like

  2. saya sering seperti itu Mbak,,
    sudah ancang-ancang mau tidur, sudah tarik selimut tapi tiba-tiba ragu apakah pintu rumah sudah saya kunci? bagaimana kalo belum terkunci dan ada maling masuk? jadilah terpaksa saya bangun kembali untuk memeriksa pintu yang ternyata sudah terkunci 😦

    Like

      1. Sama banget aku juga. Makanya sedang berkuat supaya hadir bukan skedar lewat aja kalo ngunci pintu sekarang.
        Terima kasih dimampirin ya mak.

        Like

  3. saya pernah banget soal kunci pintu hingga berkali-kali ngecek saat udah jauh.
    Memang betul mak, kita harus hadir dan sadar telah melakukan sesuatu jadi akan teringat ga cuma rutinitas.. Suka banget sama postingannya. makasih mak

    Like

  4. Mungkin lebih tepatnya fokus, Mba Susan…
    Sebagai ibu memang dituntut untuk multitasking, mau tidak mau. Tapi karena perannya sudah seperti itu, benar harus ada hati dan fikiran. Saya lebih suka menyebutnya fokus,.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s