Cerita Rumah · Parenting and Kids

#40haritakteriak – Bag.2

imagesSepertinya langsung mulai #40haritakteriak adalah hal yang kurang logis untuk ukuran kecerdasan emosi saya sekarang.
One step at a time, a wise man said. Jadi #7haritakteriak rasanya masih logis.

Hari ke-1 (4 Nov 15)
Karena gagal di percobaan pertama kemarin, saya hari ini kembali mulai di hari pertama.

Hari ke-6
Masih bertahan.
Dan hari ini saya akan mencoba menuliskan dari sudut pandang Abby. Semoga juga bisa membantu saya melihat dari sudut pandang yang berbeda.

Mama, kenapa sih Mama suka marah-marah sama aku belakangan ini?
Aku bingung. Sering sekali Mama jadi marah karena hal-hal kecil.
Mama sering bilang kalau aku sudah besar. Kalau aku harus sudah bisa makan, mandi, membereskan buku, dan lain-lainnya sendiri. Aku bisa Ma. Aku bisa mandi sendiri, walaupun kadang yang aku sabun hanya perutku. Aku bisa makan sendiri, Ma, walaupun perlu 1,5 jam untuk itu. Aku bisa membereskan buku pelajaranku, walaupun kadang kotak pensil tidak kulihat.

Mama berubah. Mama tidak seperti dulu lagi. Kita sekarang sudah jarang menghabiskan waktu hanya berdua. Mama lebih sibuk mengurusi Nolan. Nolan terus menempel Mama, sedangkan aku cuma denger Mama dari jauh. Minta aku ganti baju, bereskan mainan, dan yang lainnya. Apa mama tahu kenapa aku suka menentang yang Mama bilang?

Supaya Mama dekati aku. Supaya Mama mencurahkan perhatian ke aku. Supaya Mama mau peluk-peluk aku. Aku mau Mama untukku saja, Mama yang tidak melulu bersama Nolan.

Hari ke-8 (12 Nov 15)
Gagal lagi.

Kali ini drama di sebelum tidur. Memaksa mengadakan yang tiada. Rok yang sudah kapan tahu dihibahkan entah kemana, dicari dan dipaksa ada.

Saya merasa menjadi Ibu paling buruk sedunia karena hal ini. Saya masih belum bisa berhenti membentak Abby. Membagi cerita ini pun sebenarnya memalukan, tapi biarlah, biar ini menjadi catatan belajar saya, berproses menjadi ibu yang lebih baik. Mungkin banyak Ibu yang diluar sana yang merasa senasib dengan saya, biarlah kita terus berusaha, berhenti membentak dan berusaha mendengarkan lebih baik lagi. Buat Ibu yang diberkati panjang sabar, yang kuat menahan bentakan, terberkatilah kalian. Biar saya memecut diri saya untuk terus berusaha menjadi lebih baik.
Saya akan mulai hari baru lagi besok. Doakan saya, teman. Bantu saya, Tuhanku..

Home, 12 November 15

Advertisements

7 thoughts on “#40haritakteriak – Bag.2

  1. aduuuhh ce emang susah banget itu mah utk ga mengencangkan suara,,, abis anak2 kyk ga denger aja kalo ga pake teriak..

    Like

  2. Duh berasa banget deh tulisan ini jadi cambuk karena masih kurang sabar terhadap anak yang tidak bisa menurut disaat bad mood melanda. Terima kasih tulisannya, semoga bisa menjadi ibu dan pribadi yang sabar dan lebih baik lagi.. amin

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s