Cerita Rumah · Relationship

ROCKER DADDY

PhotoGrid_1440862456114
Joe Tobing Now n Then

Saya tidak sempat mengenal Joe yang di masa kuliahnya dulu adalah vokalis band punk bernama Day Off. Yang saya dengar cerita darinya adalah band lokal yang keren di Medan dulu, walaupun tidak sempat go national, tapi banyak penggemarnya disana.

Sekarang, di tahun kedelapan pernikahannya, Joe, yang biasa nyanyi di gereja atau yang saya tahu menyanyikan tembang-tembang lawas dan lagu daerah Tapanuli, kini menemukan kembali jiwanya yang sempat terkubur dengan rutinitas dan tanggung jawabnya sebagai seorang kepala rumah tangga. Beberapa bulan belakangan, Joe bergabung dengan komunitas di FB bernama 80-90an, yang juga membawanya ke komunitas Rock Hits. 

Komunitas itu berisi orang-orang yang menggandrungi musik di era itu, dan lebih spesifik lagi jenis musik rock. Kaset-kaset sisa jaman kejayaan dulu masih tersimpan rapi di rak di rumahnya, dan sejak CD mulai menjadi pengganti kaset pita, koleksi CD-nya pun mulai bertambah banyak. Jenis musiknya juga bermacam-macam, rock tentu saja, easy listening, rohani, tradisional, instrumental, reggae, punk, dan juga jazz. Ia pernah berpikir seiring bertambahnya umur, genre musik pun mengalami perubahan, ia sempat lebih menikmati jazz di umur akhir 30annya itu. Tetapi semenjak aktif di komunitas tersebut, jiwa rock yang memang tertanam di darahnya, kembali bergelora.

Kopdar punya kopdar, teman-teman di komunitas Rock Hits itu pun menggali kembali jiwa rock mereka dengan memulai kembali ngeband bersama. Joe seperti menemukan oase di padang gurun yang menyirami kerinduan akan panggilan jiwa rocknya. Bicara dengan orang-orang yang sejiwa dengannya, melakukan hobby yang sama yaitu menggeledah dan mencari CD langka berlama-lama di toko CD bekas, hal yang tidak bisa ia bagi dengan pasangan hidupnya yang memang bukan rocker ngelotok. Acara gathering komunitas pun rutin di gelar, untuk merayakan hobi mereka akan musik rock. Joe menemukan kembali potongan puzzle yang selama ini ia timbun ditepi, bertemu dengan teman-temannya dan mulai membentuk band baru dan diminta juga untuk mengisi acara gathering komunitasnya.

Terbentuklah band yang namanya Mawar Berduri (yep!) beranggotakan para bapak yang juga eks anggota band di jaman sekolah atau kuliahnya, yang sekarang pekerjaannya tidak berhubungan sama sekali dengan hobi mereka. Jadi ajang manggung di acara gathering ini membuat mereka kembali merasakan suasana latihan di studio berjam-jam, kembali mempelajari lagu-lagu, pulang malam karena ngeband, dan hal lain yang cuma bisa dirasakan euphorianya oleh mereka sendiri. Tapi kali ini, keluarga sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari mereka. Istri yang menelpon untuk cuma sekedar mengingatkan waktu makan, anak yang minta dibawakan martabak sembari jalan pulang dari latihan, atau kompromi waktu latihan dengan jadual mengantar istri ke arisan, adalah hal-hal baru yang ketika lajang dulu tidak menjadi masalah.

Joe adalah suami saya.

Saya berusaha untuk selalu mendukung apapun yang dilakukannya untuk urusan apapun. Kami berusaha menjalin dan memiliki komunikasi yang baik. Walaupun terkadang saya merasa asing, karena saya tidak tahu sama sekali dunia hobi ini. Saya membiakan Joe menebus rutinitas dan kerasnya bekerja menghidupi keluarga kami, dengan menghormati hobinya, penyesuaian dilakukan untuk membiarkan suami menikmati ‘me time’-nya. Well, ia pantas untuk itu.

Dan tanggal 15 Agustus nanti, ia akan tampil bersama Mawar Berduri di Grand Charly TMII. Betapa saya ingin sekali melihatnya tampil, sebagai rocker yang selama ini cuma saya dengar ceritanya. Tapi apa daya, kami memiliki bayi 4 bulan yang tentunya tidak bisa dibawa ke acara gathering musik rock, bukan? Saya mewanti-wanti untuk bisa direkamkan saja. Saya yakin akan ada banyak kesempatan nanti untuk bisa melihat langsung suami tampil bersama bandnya. Ia terlihat begitu bersemangatnya, terlihat begitu bahagia. Walaupun saya tidak terlibat langsung, tapi saya yakin efek positif yang ia rasakan dengan hobinya itu akan membuat ia menjadi orang yang lebih seimbang hidupnya, yang bisa dibawanya ke rumah dan menjadi suami yang lebih baik. Saya percaya itu.

Good luck, my love.

Home, August 12, 2015

Advertisements

7 thoughts on “ROCKER DADDY

  1. Ohh mak temen suaminya makgaoel ya?
    Selamat bergabung di keb.
    Ayo semangat ngeblog.

    Salam kenal mak.
    Akuratu.com

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s