Cerita Rumah · Parenting and Kids

Cerita Susah Mandi

Beberapa minggu belakangan seisi rumah dipenuhi dengan tangisan dan amukan dari sang buah hati cantikku. Ada kalanya dalam beberapa bulan, ia menjadi sulit, dan benar-benar sulit untuk mandi. Diumur yang 3,5 tahun ini, saya menyadari bahwa ia sedang menjalani proses tumbuh kembang, menyadari bahwa ia adalah individu sendiri, yang punya keinginan sendiri. Dan terkadang memang membuat saya agak kewalahan menghadapi luapan emosinya. Mandi sering kali menjadi masalah kami berdua. Sementara sang Papa kadang-kadang menjadi wasit, dan kadang-kadang juga berada dipihak saya.

Sedari bayi, saya perhatikan, memang Abby punya energi yang luar biasa untuk menangis. Saya pikir semua anak bayi juga begitu, tetapi semakin ia tumbuh, semakin saya perhatikan bahwa emosi marahnya, agak sedikit berlebih dari porsi seharusnya. Memasuki usia kedua, semenjak ia bisa mengekspresikan marahnya, saya berusaha keras untuk mengetahui cara yang paling baik menghadapi tantrumnya. Dari referensi buku dan artikel internet, saya mengetahui bahwa banyak pendapat mengenai hal ini. Para pakar dan praktisi anak bisa saja menyarankan banyak hal, tapi saya berpendapat bahwa orang tua lah yang paling tahu cara mana yang paling pas untuk anak-anaknya.

Hal yang paling sering dilakukan Abby cenderung tidak membahayakan dirinya (karena ada anak yang memukuli badannya,membenturkan kepalanya, atau menahan nafasnya) ia hanya akan berguling-guling, dan menjerit-jerit sekuatnya. Terkadang, ketika emosi  saya juga stabil, saya bisa tidak bergeming ketika tantrumnya sedang jadi sejadi-jadinya. Saya hanya akan diam, dan menunggu marahnya reda. Karena setiap saya mencoba menenangkan atau berbicara, itu seperti menyiramkan bensin pada api. Jadi, saya hanya mendampingi, memperhatikan, dan menunggu. Tetapi, ada kalanya juga saya ikut terpancing dan ikut menjadi marah (toh saya juga manusia), maka rumah akan penuh dengan suara saling jerit. Dan kebanyakan memang kurang berhasil, cara yang belakangan ini.

Dan acara mandi adalah salah satu bahan utama yang sering sekali menjadi pemicu. Sekedar permintaan baik-baik untuk mengajak mandi, akan direspon langsung dengan tantrum yang diawali dengan rengekan kecil penolakan permintaan saya. Pernah beberapa waktu lalu, saya ikuti saja kemauannya untuk tidak mandi. Dan akhirnya sampai dihari kelima, setelah mulai mengganggu kenyamanannya, saya paksakan ia untuk mandi, dan walhasil peperangan di kamar mandi terjadi. Setelah beberapa lama, lucunya kebiasaan ini perlahan menghilang, sampai nanti di beberapa bulan ke depan muncul lagi. Setidaknya begitulah pola yang terbaca oleh saya.

Saya berpikir mungkin ada ketika dimana cara saya salah ketika memandikannya sehingga ia menjadi trauma untuk mandi. Pelan-pelan dengan terus dibujuk rayu, Abby mulai bisa diajak mandi tanpa perlu ada tantrum. Segala macam cara saya upayakan untuk membuat acara mandi tidak harus diawali dengan huru hara. Anak-anak memang cuma anak-anak, tapi terkadang orang tua yang perlu membenahi diri, membekali diri, membuka diri, untuk bisa menjadi orang tua yang bisa mendengarkan, bukan hanya bisa berbicara.

Pengalaman membesarkan anak sudah tentu menjadi pengalaman paling berharga untuk setiap manusia. Semua emosi memberikan warna tersendiri untuk cerita ketika ia dewasa kelak, begitu pun dengan acara susah mandinya Abby. Semua akan menjadi penyemarak cerita hidupnya, dan untuk saya sendiri, saya rasanya benar-benar perlu lebih belajar untuk ‘mendengar’kan.

Rumah, 11-13 Maret 2012

Advertisements

One thought on “Cerita Susah Mandi

  1. Salam kenal.

    Ketika anak susah mandi, gosok gigi atau tak mau makan memang bikin gak enak hati orang tua. Saya pun mengalam. Setiap anak punya cara membujuk yang berbeda. Itu yang agak susah mencarinya, apa sebenarnya yang membuat dia mau.

    Kalau saya mencoba dengan cara mendongeng, dengan bantuan boneka/wayang atau yg sejenisnya. Berhasil untungnya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s