Free Thoughts

Menulis Lagi


Setelah sekian lama berkelit dengan alasan ‘Tidak ada komputer’, maka sekaranglah saatnya untuk menulis lagi. Tidak ada secara khusus yang mampir di kepala malam ini, hanya sedikit sana sedikit sini yang menumpang untuk ada di kepala. Malam ini malam kedua hanya berdua dengan Abby dirumah, lagi-lagi ditinggal pujaan hati tugas ke luar kota. Ada beberapa hal yang terkadang datang dan menjadi pelajaran ketika sedang berjauhan dengan suami. Manusia memang selalu kurang menghargai hal-hal yang rutin, tapi ketika rutinitas tiba-tiba berubah, maka biasanya ia akan lebih menghargai yang telah hilang. Bahkan suami istri sekalipun kadang kurang mensyukuri keberadaan masing-masing. Rutininas di rumah yang konstan bisa membuat tumpul perasaan terhadap pasangan. Dan ketika kita jauh dari pasangan, barulah ‘dipaksa’ oleh keadaan untuk bisa lebih menghargai satu sama lain.

Chicago bilang di lagunya ‘Hard to say I’m sorry’…”even lovers need a holiday, far away from each other”, yep, dan saya percaya itu. Selain untuk lebih bisa bersyukur, suami istri pun individu yang butuh menjadi dirinya sendiri, untuk tidak menjadi peran apapun, hanya menjadi dirinya sendiri. Dalam situasi kembali menjadi diri sendiri itulah saya menjelajah dunia saya sendiri, biasanya dalam waktu-waktu seperti inilah, ketika anak sudah tertidur, dan suami keluar kota. Saya boleh menjadi diri sendiri. Tidak banyak yang dapat dilakukan sebenarnya, kegiatan salon menyalon kegemaran pun tak pernah lagi terlaksana sejak menyandang status ibu. Sekedar menonton dvd, menulis, menjelajah dunia maya, atau hanya membaca, menjadi momen yang langka, dan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Pikiran pun menjadi sangat terbantu, melepas beban sementara untuk menikmati kesendirian bisa menjadi bekal di esok hari, ketika harus kembali menjalankan peran dalam hidup. Inipun cukup, tak usahlah berkeinginan untuk jalan-jalan kesana kemari, belanja, atau hal-hal yang dulu sangat dinikmati ketika masih lajang. Di waktu seperti ini dan dalam konteks berkeluarga, rasanya bisa berdiam dan menulis pun menjadi hadiah tak terkira.

Bersyukur, itu saja yang diperlukan setiap hari.

February 01, 2012 – Home

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s